Pages

Jumat, 01 Mei 2015

Fiqih Ringkas Tentang Puasa Bagian 1

Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”
Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.
Keutamaan Bulan Ramadhan
Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)
Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Keutamaan Puasa Ramadhan
Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)
Waktu Berpuasa
Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu shalat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu shalat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur’an dengan istilah benang putih dari benang hitam.
Doa Berbuka Puasa
Jika berbuka puasa, Rasullullah saw. membaca, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.” Artinya, ya Allah, untukmu aku berpuasa dan dengan rezeki yang engkau berikan kami berbuka. Dan Rasulullah saw. berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak ada, cukup dengan air putih.
Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa
Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo’a sebelum berbuka.
Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan obrolan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat.
Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri’tikaf.

Rabu, 29 April 2015

Struktur Organisasi


ANGGARAN DASAR (AD) /ANGGARAN RUMAH TANGGA(ART) REMAJA MUJAHIDIN KALIMANTAN BARAT


ANGGARAN DASAR
REMAJA MUJAHIDIN PONTIANAK

BISMILLAHHIRRAHMANIRRAHIM
MUKADDIMAH

Sesunguhnya Allah SWT telah mewahyukan Islam sesuai dengan ajaran yang hak dan sempurna untuk mengatur umat manusia berkehidupan sesuai dengan fitrahnya sebagai khalifah dimuka bumi dengan berkewajiban mengabdikan diri semata-mata kehadirat-Nya.
Menurut Iradat-Nya kehidupan yang sesuai dengan fitrahnya ialah paduan harmonis antara aspek duniawi dan ukhrawi, individu dan sosial serta iman dan ilmu dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Bahwa sesungguhnya generasi muda adalah bagian yang bertanggungjawab terhadap kehidupan umat di masa yang akan datang dengan ini bertekad mengadakan pengembangan dan pembinaan untuk mewujudkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan serta mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT.
Yakin cita-cita itu akan tercapai dengan taufiq dan hidayah-Nya, serta usaha-usaha yang teratur, berencana dan penuh kebijaksanaan, maka dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami yang berhimpun dalam wadah Remaja Islam yang berpegang pada pedoman berbentuk AD/ART sebagai berikut:

BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1
Nama dari wadah ini adalah Remaja Mujahidin
Pasal 2
Didirikan di Pontianak pada tanggal 2 April 1979 bertepatan dengan 4 Jumadil Awal
1399 H untuk waktu yang tidak ditentukan
Pasal 3
Berkedudukan di Masjid Raya Mujahidin Pontianak

BAB II
DASAR, LANDASAN, STATUS DAN SIFAT

Pasal 4
Wadah ini berdasarkan Islam
Pasal 5
Gerak wadah ini berlandaskan pada hukum Islam dan hukum yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia
Pasal 6
Status wadah ini adalah sebagai organisasi pengembangan dan pembinaan
Pasal 7
Wadah ini bersifat kekeluargaan




BAB III
TUJUAN DAN USAHA=visi misi

Pasal 8
Terbinanya kehidupan beragama dalam kalangan remaja Islam, mengembangkan potensi kretif, keilmuan, sosial dan budaya
Pasal 9
Mengadakan usaha-usaha untuk tercapainya tujuan Remaja Mujahidin

BAB IV
KEANGGOTAAN REMAJA

Pasal 10
Anggota adalah sebutan bagi remaja yang telah terdaftar dan mengikuti kegiatan Mujahidin Pontianak
Pasal 11
Anggota terdiri dari
1.    Anggota Muda
2.    Anggota Biasa
3.    Anggota Kehormatan

BAB V
KEPENGURUSAN
Pasal 12
Pengurus Remaja Mujahidin adalah badan yang melakukan usaha-usaha untuk
tercapainya tujuan Remaja Mujahidin serta membantu pengurus Yayasan Mujahidin
dalam pembinaan dan pengembangan Remaja Mujahidin

BAB VI
STEMPE=logo

Pasal 13  
Stempel Remaja Mujahidin adalah sebagai berikut




BAB VII
PERBENDAHARAAN

Pasal 14
Perbendaharaan Remaja Mujahidin diperoleh dari
1.    Iuran Anggota
2.    Sumbangan yang tidak mengikat
3.    Usaha-usaha lain yang halal


BAB VIII
KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 15
Hal-hal lain yang belum ditetapkan dalam anggaran dasar diatur dalam anggaran rumah tangga Remaja Mujahidin yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar
Pasal 16
Perubahan Anggaran Dasar ini dapat dilakukan oleh
1.    Musyawarah Anggota
2.    Rapat Pleno lengkap

BAB IX
KHATIMAH

Pasal 17
1. Anggaran Dasar disyahkan di pontianak, pada MUSTA XII Remaja   Mujahidin
2. Anggaran Dasar ini berlaku sejak 14 hari setelah ditetapkan dalam MUSTA



Nb :
Pengambilan  keputusan,
Buat logo bukan stample
Dibuat visi misi biar ada kejelasan dalam gerak organisasi,



ANGGARAN RUMAH TANGGA
REMAJA MUJAHIDIN PONTIANAK

BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1
Anggota Remaja Mujahidin Pontianak ialah remaja yang telah lulus orientasi Remaja Mujahidin dan atau yang dianggap berjasa kepada Remaja Mujahidin
Pasal 2   
Status dan Jenis anggota
1.    Anggota Muda
    Remaja yang telah lulus orientasi Remaja Mujahidin
2.    Anggota Biasa
    Anggota yang telah mengikuti kegiatan Remaja Mujahidin minimal 1 (satu) tahun
3.    Anggota Kehormatan
    Setiap orang yang dianggap berjasa kepada Remaja Mujahidin yang diangkat pengurus Remaja Mujahidin dengan persetujuan MUSTA
Pasal 3
Kewajiban dan Hak Anggota
1.    Kewajiban Anggota
a.    Setiap anggota wajib memahami dan menghayati anngaran dasar dan anggaran rumah tangga Remaja Mujahidin
b.    Setiap anggota wajib menjaga nama baik Remaja Mujahidin
c.    Setiap anggota wajib mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Remaja Mujahidin
2.    Hak Anggota
a.    Setiap anggota berhak mengajukan saran-saran kepada pengurus Remaja Mujahidin
b.    Setiap anggota berhak menjadi pengurus Remaja Mujahidin dengan syarat seperti pasal 2 ayat 2

BAB II
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 4
MUSTA
1.    Status MUSTA
a.    MUSTA adalah pertemuan yang bersifat tertinggi yang menjadi penentu dan pemutus akhir hal-hal yang berkaitan dengan keberlangsungan organisasi
b.    MUSTA dilaksanakan 1 kali dalan satu periode kepengurusan
2.    Wewenang MUSTA Remaja Mujahidin
a.    Mengevaluasi kerja kepengurusan Remaja Mujahidin
b.    Meninjau dan menetapkan kembali program kerja dan rekomendasi
c.    Memilih ketua umum Remaja Mujahidin
d.    Memilih formatur Remaja Mujahidin
3.    Tata tertib MUSTA ditetapkan saat MUSTA berlangsung

Pasal 5
MUSTA Luar Biasa
1.    MUSTA luar biasa adalah musyawarah anggota MUSTA remaja Mujahidin yang diselenggarakan diluar waktu yang telah ditetapkan karena pertimbangan keadaan dan keperluan yang mendesak
2.    MUSTA luar biasa memiliki kewenangan yang sama dengan MUSTA (biasa)

Pasal 6
KEPENGURUSAN
Pengurus Remaja Mujahidin terdiri dari seorang ketua, sekretaris dan bendahara serta bidang-bidang atau seksi yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan
Pasal 7
1.  Kewajiban Ketua bertanggungjawab atas seluruh tugas pengurus Remaja Mujahidin
2.    Hak pengurus menetapkan kebijaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan Remaja Mujahidin
3.    Hak pengurus membentuk panitia-panitia yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengurus
4.    Hak pengurus menyelenggarakan rapat pleno sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sekali
5.    Hak pengurus melaksanakan dan mentaati AD/ART Remaja Mujahidin dan keputusan rapat pleno Remaja Mujahidin
6.    Hak pengurus melaksanakan program dan memberikan laporan secara berkala dalam rapat pleno
7.    Hak pengurus melakukan pertanggung jawaban kepada MUSTA pada akhir masa jabatan
Pasal 8
Masa jabatan pengurus selama jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan sebagai pengurus

BAB III
STEMPEL

Pasal 9
Stempel adalah berbentuk lingkaran dengan tulisan Pengurus Remaja Mujahidin Kal-Bar,
ditengah lingkaran terdapat gambar kubah masjid dan gelombang  diantara keduanya terdapat tulisan Pontianak

BAB IV
KEUANGAN

Pasal 10
Semua pencairan dana harus disetujui oleh ketua Remaja Mujahidin
Pasal 11
Pelaksanaan penyimpanan uang diamanahkan kepada bendahara Remaja Mujahidin
Pasal 12
Semua pendayagunaan dana Remaja Mujahidin harus disertai rencana penggunaan dan
disetujui oleh ketua Remaja Mujahidin


BAB V
KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 13
Perubahan ART dapat dilakukan dalam
1.    Musyawarah anggota
2.    Rapat pleno lengkap
Pasal 14
Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak 14 (empat belas) hari setelah ditetapkan oleh

MUSTA

Nb:
AD/ART ini masih dalam tahap perbaikan dan penyesuaian.

Agenda Panitia Ramadhan 1436 H