Pages

Kamis, 04 Juni 2015

Al Mana'ah Ad Da'awiyah

Ust. DH Alyusni:

Al Mana'ah Ad Da'awiyah(Imunitas Dakwah)

Imunitas dakwah ini menjadi sangat penting karena banyak musuh2 dakwah menghendaki dakwah ini redup dan mati

Sehingga mereka berupaya memeranginya

Pada tataran minimal target mereka adalah melemahnya pembelaan pada dakwah dan qiyadahnya (idh'af nushratid da'wah wa qiyadatihi)

Adapun fokus mereka melemahkan pembelaan kader kader tersebut dengan cara;

a. Menyebarkan syubhat fikriyah ke pandangan para kader

b. Membuat ringkih maknawiyahnya

c. Menjadikan langkah operasionalnya ngawur

Karena itu kader dakwah ini harus diperkuat dengan:

a. Al Isti'ab Al Fikry (penguasaan pemikiran terhadap teori dan rumusan dakwah) dengan sikap disiplin pada manhaj

b. Al Isti'ab Ar Ruhy (penguasaan penguatan moralitas) sehingga moralitasnya selalu bertahan kuat dgn situasi apapun dengan upaya penguatan integritas diri

c. Al Isti'ab Al Amaly (penguasan operasional dakwah secara alphabet dan gradual

Imunitas dakwah ini agar setiap kader bisa memberikan pembelaan pada dakwah dengan kesiapan menjadi tebusan dakwah (Fida'ud da'wah) minimal dengan sikap "pokoke" untuk dakwah

Karena itu imunitas ini harus menghasilkan kader dakwah yang totalitas hidupnya buat dakwah (At Tajarrud alad da'wah)

Jadilah Secangkir Kopi

JADILAH SEPERTI "KOPI" ������☕☕☕

Seorang pria muda datang pada ibunya dan mengeluh tentang banyak permasalahan dalam kehidupannya.

Namun betapa kagetnya, karena ternyata ibunya hanya diam saja, seolah tidak ingin mendengarkan keluh kesahnya. Bahkan sang ibu malah masuk ke dapur dan anaknya terus bercerita sambil mengikutinya.

Sang ibu lalu memasak air sampai kemudian airnya mendidih, lalu sang ibu menuangkan 'Air Panas Mendidih' itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan WORTEL, di gelas kedua, ia masukkan TELUR, dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. ��

Setelah menunggu beberapa saat, ia lalu mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
• WORTEL yang KERAS  menjadi LUNAK, 
• TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS 
• dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan, “Nak..... MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. ��

Kita bisa menjadi Lembek seperti Wortel, mengeras seperti Telur, atau harum seperti Kopi. ��

Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tetapi malah berubah karena air mendidih itu, sementara KOPI malah mengubah AIR, membuatnya menjadi HARUM. ��

”Dalam setiap masalah selalu tersimpan Mutiara Iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan ALLAH SWT seolah tak kunjung datang? ��

Ada 3 reaksi orang saat masalah datang :

• Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh (seperti wortel tadi) dan mengasihani diri sendiri. 
• Ada yang mengeras (seperti telur), marah dan berontak kepada Tuhannya.
• Ada juga yang justru semakin harum (seperti kopi), menjadi semakin kuat dan percaya padaNYA.

Ada sebabnya mengapa ALLAH SWT menunda pertolonganNYA, Apa tujuannya?
Agar kita belajar untuk percaya dan sabar!
Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa ALLAH SWT selesaikan... ��

Selamat menikmati secangkir kopi (bagi yg suka). ☕

***

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat" (QS Al-Baqoroh : 214)

Bahkan semakin tinggi iman seseorang maka semakin banyak ujian yang akan ia hadapi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ ، فَإِنْ كَانَ دِيْنُهُ صَلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِيْ دِيْنِهِ رِقَّةٌ اُبْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِيْنِهِ، فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling sholeh dan seterusnya. Seseorang diuji berdasarkan agamanya, jika agamanya kuat maka semakin keras ujiannya, dan jika agamanya lemah maka ia diuji berdasarkan agamanya. Dan ujian senantiasa menimpa seorang hamba hingga meninggalkan sang hamba berjalan di atas bumi tanpa ada sebuah dosapun" (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 143)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا
تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)

Kiriman oleh Yantie V. Scipio (dengan perubahan)
Berdakwah @ LINE
www.berdakwah.net

Terpeleset

Mudzakarah Pagi:
TERGELINCIR

Saudaraku Seiman... mohon bacalah kisah dan tulisan ini dengan baik, semoga mendapat hidayah
Numan bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Abu Hanifah, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan anak kecil yg berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang imam berkata :
Hati-hati, Nak dengan sepatu kayumu itu Jangan sampai kau tergelincir.

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

Bolehkah saya tahu namamu, Tuan? tanya si bocah.

Nu'man namaku, Jawab sang imam.

Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu..?? Tanya si bocah.

Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku.

"Wahai Imam, hati - hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...!
Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis.
Imam Abu Hanifah (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena status sosial...

Jangan sampai kita tergelincir... jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia

Sepasang tangan yang menarikmu kala terjatuh lebih harus kau percayai daripada seribu tangan yg menyambutmu kala tiba di puncak kesuksesan.

Hubungilah sahabatmu,
sahabat yg baik adalah lentera di  kegelapan,
kadang cahayanya baru terasa ketika dunia gelap.

Ketahuilah...
"TIDAK AKAN MASUK SORGA orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi" (Hadits Riwayat Muslim).

Oleh Ust.Nanang Zakaria,S.Pd.I

Rabu, 03 Juni 2015

Dokumentasi Orientasi Leadership Training Angkatan-43

Persiapan Panitia OLT,Percetakan Buku dadakan yang di cetak Buku Pandu Orientasi,kerja ampe lembur.



Pelaksanaan Kegiatan
 Penyampaian Materi Pertama Oleh Ust.Nasution Usman (Imam Masjid Raya Mujahidin)
tentang "Untuk Apa kita di ciptakan ?"

 Peserta Akhwat sedang melaksanakan Tilawah Qur'an dan Al-Ma'atsurat

 Penyampaian Materi Oleh Anggun Arianto (Ketua Remaja Mujahidin Kalbar Periode 2014-2016)
tentang "Remaja Mujahidin)

 Penyampaian Materi Oleh Anggun Arianto (Ketua Remaja Mujahidin Kalbar Periode 2014-2016)
tentang "Remaja Mujahidin)


 Pengarahan dari MOT Abdul Rahim (Ketua Bidang Syiar) Remaja Mujahidin