Pages

Kamis, 31 Oktober 2013

KETENTUAN PAWAI 1 MUHARRAM 1435 H & ORIENTASI LEADERSHIP


Lampiran
KETENTUAN UMUM PELAKSANAAN PAWAI 1 MUHARRAM 1435 H DAN KARNAVAL
KERJASAMA REMAJA MUJAHIDIN DAN PHBI KOTA PONTIANAK DAN DIDUKUNG OLEH DINAS PENDIDIKAN ,DEPAG,PEMKOT KOTA PONTIANAK,SERTA BKMI UNTAN

  1. Peserta merupakan utusan dari sekolah, mahasiswa, dan umum.
  2. Dapat mengirimkan lebih dari 1 kafilah
  3. Jumlah setiap kafilah minimal 20 orang, maksimal tak terbatas.
  4. Pawai dalam bentuk Pejalan Kaki dan Mobil.
  5. Kategori juara : ( syi’ar , kekompakan dan kerapian kafilah, kreatifitas kafilah, kostum maupun properti – properti lain yang dapat menyemarakkan kegiatan).
  6. Setiap kafilah di wajibkan membawa Plang Nama Utusan.
  7. Kafilah yang menjadi juara akan mendapatkan tropy dan bingkisan menarik dari panitia.
  8. Setiap peserta akan mendapatkan kupon yang akan diundi setelah mencapai garis finis.
  9. Biaya pendaftaran setiap kafilah GRATIS.
  10. Pendaftaran pejalan kaki dapat dilakukan mulai tanggal 28 Oktober-03 November melalui SMS dengan FORMAT : PAWAI_UTUSAN_JUMLAH PESERTA Kirim Ke 0896 9325 5645 /melalui Inbox gmail / Fb : remajamujahidn.kalbar@gmail.com
  11. Pendaftaran Pawai Mobil dapat dilakukan langsung ke PHBI Kota Pontianak atau bagian KESRA dan kemasyarakatan sekretariat daerah kota pontianak,kantor wali kota pontianak.
  12. Wajib melakukan pendaftaran ulang pada tanggal 5 November 2012 di posko panitia samping Tenda Tamu.
  13. Kegiatan akan dilaksanakan pada :
a. Hari/ tanggal                 : Selasa/ 05 November 2013
b. Waktu                              : 06.00 – selesai
c. Tempat                            : Alun – Alun Kapuas Kota Pontianak.
d. Rute jalan kaki             : Jl. Rahadi Usman ( Depan kantor Walikota ) – Jl. Jl. Pak Kasih – Jl. Hasanudin – Jl. Merdeka – Jl. Jend. Urip – Jl. Jendral Sudirman – finish di Jl. Rahadi Usman ( Depan Kantor Walikota Pontianak ).
e.Rute Mobil hias            : Jl. Rahadi Usman ( Depan kantor Walikota ) – Jl.  Jl. Pak Kasih – Jl. Hasanudin –Jl.Rais A.Rahman-Jl.Dr.Wahidin-Jl.Dr.Sutomo-Jl.Sultan Syarif A.Rahman-JL.A.Yani-Jl.Abdurahman Saleh(BLKI)-Jl.Adi Sucipto-Jl.Imam Bonjol-Jl.Tanjung Pura-Jl.Rahadi Oesman( Depan Kantor Walikota  Pontianak )
14.   UntuK informasi lebih lanjut kunjungi kami di:
Blog       : remajamujahidin.blogspot.com
FB           : Remaja Mujahidin Kalbar
HP          : 0896 9402 0096 (Anggun Arianto)/ 0896 9719 5057 (M.Al Iqbal)


Lampiran 2
KETENTUAN UMUM ORIENTASI LEADERSHIP TRAINING REMAJA MUJAHIDIN KAL-BAR ANGKATAN 42
                Orientasi Leadership Remaja Mujahidin Kal-Bar adalah salah satu jalur perekrutan anggota Remaja Mujahidin Kal-Bar baru sekaligus traning kepemimpinan mempersiapkan remaja islam yang berpengalaman organisasi berdasarkan IMTAQ dan IPTEK,yang gaul tetapi tetap mengedepankan syariat-syariat islam.
1.      Peserta adalah remaja muslim/muslimah.(Umur 14-27 Tahun).
2.      Siap mengikuti pembinaan lanjutan Remaja Muslim.
3.      Siap mengikuti kegiatan Remaja Mujahidin Kalbar.
4.      Pendaftaran dapat melalui sms dengan cara ketik: REG(spasi)NAMA LENGKAP(spasi)UTUSAN(spasi)NO HP AKTIF kirim  ke:.........................,atau langsung Kesekretariat Remaja Mujahidin Kalbar,Gedung Islamic Center Lt.2,Masjid Raya Mujahidin.(Pengambilan Formulir).
5.      Akhir pendaftaran 29 Desember 2013 (Penyerahan formulir + Tekhnikal Meeting),
6.      Kegiatan akan di laksanakan pada 31 Desember-02 Januari 2014 di Masjid Raya Mujahidin,Jam 07.00-selesai.
7.      Biaya pendaftaran Gratis.
8.      UntuK informasi lebih lanjut kunjungi kami di:
Blog       : remajamujahidin.blogspot.com
FB           : Remaja Mujahidin Kalbar

HP          : 0896 9402 0096 (Anggun Arianto)/ 0896 9719 5057 (M.Al Iqbal)

Selasa, 13 Agustus 2013

Etika Tidur dan Bangun

Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari
oleh : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan

Etika Tidur dan Bangun
  • Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuha-sabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, menge-valuasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya. 

  • Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Radhiallaahu anha “Bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat”.(Muttafaq `alaih) 

  • Disunnatkan berwudhu’ sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara’ bin `Azib Radhiallaahu anhu menuturkan : Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu’lah sebagaimana wudlu’ untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan...” Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya. 

  • Disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwasa-nya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya...” Di dalam satu riwayat dikatakan:”tiga kali”. (Muttafaq `alaih). 

  • Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar Radhiallaahu anhu menuturkan :”Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :”Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka”. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani). 

  • Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya”. (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani). 

  • Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwa sesung-guhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman”. (Muttafaq’alaih). 

  • Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut. 

  • Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam , seperti :
    اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ (رواه أبو داود وصححه الألباني ) ،
    “Ya Allah, peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kemb

    Dan membaca:
    ali segenap hamba-hamba-Mu”. Dibaca tiga kali.(HR. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani)
    بِاسْمِكَ اَللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا (رواه البخاري )
    “Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Al Bukhari)
  • Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini :
    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّياَطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ (رواه أبو داود وحسنه الألباني )

    Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya, kejahatan hamba-hamba-Nya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku”. (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)
  • Hendaknya apabila bangun tidur membaca :
    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ (رواه البخاري )
    “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.” (HR. Al-Bukhari)

Selasa, 06 Agustus 2013

Berhias dengan Akhlak

Ketahuilah, menghiasi diri dengan akhlak yang baik termasuk unsur-unsur ketakwaan, dan tidak sempurna ketakwaan seseorang itu kecuali dengan akhlak yang baik. 

Allah Ta’ala berfirman:“…(Surga itu) disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imron: 133-134)
Dalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menganggap bahwa bergaul dengan manusia dengan akhlak yang baik termasuk pilar-pilar ketakwaan.

Apa keutamaan akhlak yang baik itu ? 
Ketahuilah, diantara keutamaannya adalah :
Pertama : Akhlak yang baik termasuk tanda kesempurnaan iman seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohihul Jami’, No. 1241) 
Kedua : Dengan akhlak yang baik, seorang hamba akan bisa mencapai derajat orang-orang yang dekat dengan Allah Ta’ala, sebagaimana penjelasan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau: ”Sesungguhnya seorang mukmin dengan akhlaknya yang baik bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan qiyamul lail.” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’, No. 1937)
Ketiga : Akhlak yang baik bisa menambah berat amal kebaikan seorang hamba di hari kiamat, sebagaimana sabda beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidak ada sesuatu yang lebih berat ketika diletakkan di timbangan amal (di hari akhir) selain akhlak yang baik.” (Shahihul Jami’, No. 5602)
Keempat : Akhlak yang baik merupakan sebab yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah ketika ditanya tentang apa yang bisa memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab: “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (Riyadhus Shalihin)
Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu ?

Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Akhlak yang baik diantaranya: menghormati, membantu dan menolong.” Ibnul Mubarak berkata: “Akhlak yang baik adalah: “berwajah cerah, melakukan yang ma’ruf dan menahan kejelekan (gangguan).” Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Akhlak yang baik adalah jangan marah dan dengki.” 

Al-Imam Muhammad bin Nashr mengatakan: “Sebagian ulama berkata: Akhlak yang baik adalah menahan marah karena Allah, menampakkan wajah yang cerah berseri kecuali kepada ahlul bid’ah dan orang-orang yang banyak berdosa, memaafkan orang yang salah kecuali dengan maksud untuk memberi pelajaran, melaksanakan hukuman (sesuai syari’at Islam) dan melindungi setiap muslim dan orang kafir yang terikat janji dengan orang Islam kecuali untuk mengingkari kemungkaran, mencegah kedzaliman terhadap orang yang lemah tanpa melampaui batas.”(Iqadhul Himam, hal. 279)



Bagaimana memperbaiki akhlak seorang hamba ?

Akhlak seorang hamba itu bisa baik bila mengikuti jalannya (sunnahnya) Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebab beliaulah orang yang terbaik akhlaknya. Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4). Allah Ta’ala juga menegaskan: “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yakni) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (datangnya) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21)


Maka sudah selayaknya bagi setiap muslim mempelajari riwayat hidupnya dari setiap sisi kehidupan beliau (secara menyeluruh), yakni bagaimana beliau beradab dihadapan Rabbnya, kelurganya, sahabatnya dan terhadap orang-orang non muslim.


Salah satu cara untuk mempelajari itu semua adalah sering duduk (bergaul) dengan orang-orang yang bertakwa. Sebab seseorang itu akan terpengaruh dengan teman duduknya. Nabi bersabda: “Seseorang itu dilihat dari agama teman dekatnya. Karena itu lihatlah siapa teman dekatnya.”(HR Tirmidzi) 


Kemudian wajib juga bagi setiap muslim untuk menjauhi orang yang jelek akhlaknya. Mudah-mudahan dengan begitu kita termasuk hamba-hamba Allah yang menghiasi diri kita dengan akhlak yang baik. 

Wallahu waliyyut taufiq.

Minggu, 04 Agustus 2013

Muslim' Show